Sabtu, 23 September 2017

PROFESI AKUNTANSI DAN TUGASNYA



Ada berbagai macam profesi di berbagai bidang  yang kita tahu, salah satu adalah pada bidang akuntansi. Sebelum kita mengethaui apa saja profesi pada bidang akuntansi , terlebih dahulu kita mengetahu apa itu profesi. 
  •   Apa itu Profesi ?




Menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA :
     Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
Profesi merupakan suatu kombinasi dari suatu sejumlah karekteristik yang membentuk struktur profesi,tanggung jawab, dan hak-hak yang disatupadukan oleh seperangkat nilai, yakni nilai-nilai yang menentukan bagaimana keputusan diambil dan bagaimana tindakan ditempuh.
Jadi profesi merupakan bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu dan pelatihan khusus serta biasanya suatu profesi memiliki sertifikasi, kode etik, asosiasi profesi dan lisensi khusus.
Seseorang yang berkompeten di suatu profesi tertentu, disebut profesional atau dengan kata lain seseorang yang sudah handal atau ahli di bidang pekerjaan tersebut. Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Lima profesi karakreristik yang umumnya dapat di jumpai pada setiap profesi :
  • Bidang pengetahuan khusus yang diajarkan secara formaldan bersertifikat /berijasah
  •  Komitmen terhadap tujuan sosial yang menjadi alasan bagi keberadaan  profesi
  •   Kapasitas untuk mengatur diri sendiri, seringkali degan sanksi hukum bagi mereka yang melanggar norma-norma prilaku yang di sepakati
  •   Ijin dari pihak berwenang untuk berpraktik sebagai profesional 
  •  Kedudukan dan prestise yang relatif lebih tinggi di masyarakat
  •  Profesi Akuntansi
       Akuntansi telah memenuhi lima unsur pokok yang mencirikan suatu profesi. Untuk menjadi akuntan, seseorang harus belajar lama dan keras, menyelesaikan pelajaran (mata kuliah) akuntansi dan bisnis dalam suatu jumlah minimum yang ditetapkan, lulus ujian yang panjang dan sulit, memiliki acuan karakter, memperoleh pengalaman profesional dalam jangka waktu yang cukup, dan mampu menjalani tugas-tugas khusus secara tuntas dan efisien agar diakui secara khusus. Selain itu, seorang akuntan juga diharuskan untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan untuk memutakhirkan kecakapan dalam rangka mempertahankan status profesionalnya
  1. Bidang Akuntansi
Adapun spesialisasi dalam bidang akuntansi yang tentunya harus dikuasai dan dipelajari oleh akuntan diantaranya :

a.      Akuntansi Umum atau Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan proses penyusunan laporan keuangan secara berkala untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan dan salah satu tujuan pembuatan laporan untuk ditujukan kepada pihak-pihak internal dan eksternal/di luar perusahaan.

b.      Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan, dalam hal ini menyangkut kebenaran suatu laporan keuangan dan hasil atau kesimpulannya berguna bagi pihak-pihak di luar perusahaan, seperti investor, pemilik saham, kreditur, dan pemerintah.

c.       Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan. Akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen (pihak intern perusahaan) dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Informasi diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan berbagai keputusan manajemen serta menilai hasil-hasil yang sudah diperoleh perusahaan. Akuntansi manajemen tidak terikat pada pelaksanaan prinsip akuntansi dan berorientasi pada masa yang akan datang, yaitu memberikan gambaran mengenai alternatif / keputusan yang mungkin diambil pada masa yang akan datang. Pemakai:

- Direktur Utama,

- Direktur Fungsional,

- Kepala bagian atau

- Manajer. 

d.        Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya. Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok:

Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok:

  1. Perencanaan/penentuan kos produk
  2.  Pengendalian biaya
  3. Pengambilan keputusan khusus 
e.     Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)

Bidang akuntansi yang berhubungan dengan perhitungan dan penyusunan surat pemberitahuan pajak (SPT) serta segala sesuatu yang berhubungan masalah pajak misalnya penentuan objek pajak perusahaan. Membantu pihak manajemen dalam menentukan pilihan transaksi sehubungan dengan pertimbangan pajak.


f.       Sistem Informasi (Akuntansi) (Information System)

Suatu cabang dari akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan.



g.       Akuntansi Peranggaran (Budgeting)

Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan data operasi yang telah berjalan dan rencana taksiran keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk masa yang akan datang disuatu jangka waktu tertentu beserta analsis dan pengontrolannya.



h.     Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Budang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi dalam badan-badan pemerintah.

i.      Akuntansi Sosial
Mencakup akuntansi pendapatan nasional, yaitu memberikan informasi mengenai data-data ekonomi makro. Data-data yang dihasilkan mengenai kondisi perekonomian nasional, konsumsi nasional, investasi nasional, pembelanjaan nasional dan lain-lain. 

j.        Akuntansi Internasional
Mencakup berbagai transaksi yang terjadi dalam perdagangan internasional, yang terjadi antara perusahaan-perusahaan multinasional yaitu perusahaan yang beroperasi lebih dan satu negara.

2.          Macam – macam Profesi Akuntansi
Setelah mengetahui bidang spesialisasi akuntansi , maka berikut ini adalah macam –macam pekerjaan akuntansi yang ada :

A.    Akuntan Publik
Akuntan Publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan kepada akuntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI untuk memberikan jasa audit umum dan review atas laporan keuangan, audit kinerja dan audit khusus serta jasa dalam bidang non-atestasi lainnya seperti jasa konsultasi, jasa kompilasi, dan jasa-jasa lainnya yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.Ketentuan mengenai praktek Akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954 yang mensyaratkan bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya dari perguruan tinggi dan telah terdaftar pada Departemen keuangan R.I.
Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian profesi yang dinamakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) dan kepada lulusannya berhak memperoleh sebutan “Bersertifikat Akuntan Publik” (BAP). Sertifikat akan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Sertifikat Akuntan Publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai Akuntan Publik dari Departemen Keuangan. Profesi ini dilaksanakan dengan standar yang telah baku yang merujuk kepada praktek akuntansi di Amerika Serikat sebagai ncgara maju tempat profesi ini berkembang. Rujukan utama adalah US GAAP (United States Generally Accepted Accounting Principle’s) dalam melaksanakan praktek akuntansi. Sedangkan untuk praktek auditing digunakan US GAAS (United States Generally Accepted Auditing Standard), Berdasarkan prinsip-prinsip ini para Akuntan Publik melaksanakan tugas mereka, antara lain mengaudit Laporan Keuangan para pelanggan.

B.   Akuntan Intern (Internal Accountant)

 Akuntan yang bekerja disuatu perusahaan atau organisasi tertentu.Biasanya berada pada bagian Keuangan atau tersendiri yaitu bagian Akuntansi, dengan jabatannya disebut Chief Accountant, tetapi adapula  sebagai bagian dari terpisah  dari  struktur operasional perusahaan dan bertanggung jawab pada Presiden Direktur sehingga berfungsi sebagai Controller. Apabila di bidang jasa perhotelan disebut Income Auditor yang bertanggung jawab pada Chief Acountant atau pada Presiden Direktur.


C.   Akuntan Pemerintah (Government Accountant)

Akuntan yang berkerja di badan-badan usaha negara, misalnya BPK, Departemen Keuangan, Kantor Pemerintahan, Lembaga negaran lainnya.


D.   Akuntan Pendidik

Akuntan yang kegiatannya sebagai dosen, guru atau instruktur pelatihan akuntansi yang tugasnya memberikan sifatnya keilmuan kepada anak didiknya ataupun melakukan penelitian di bidang akuntansi.


E.   Akuntansi Perilaku

Berhubungan dengan perilaku para akuntan dan pihak manajemen dalam mensikapi hasil laporan keuangan terhadap perusahaan yang sedang ditanganinya.



F.    Akuntansi Forensik

Keahlian yang menuntut kemampuan dalam bidang akuntansi, audit, dan investigasi atas pengelolaan dan fraud. Merupakan karir favorit di bidang akuntansi di masa yang akan dating. Ruang lingkup pekerjaan salah satunya adalah meliputi penelusuran money- lundering dan aktivitas mencurigakan lainnya termasuk penggelapan pajak, insurance fraud, harta wasiat.



Sekian penjelasan tentang Profesi Akuntansi , semoga dapat menambah minat pembaca yang tertarik pada bidang profesi Akuntansi.


Reference :
https://id.wikipedia.org/wiki/Profesi 
https://www.slideshare.net/fendriauriga/rangkuman-buku-etika-profesi-stan-kusmanadji
Henry, Adam (2015), Accounting Principle melalui pendekatan sistem informasi, Univeristas Kebangsaan, Bandung.
Setiawan Joko, Pengantar Akuntansi, Akademi Akuntansi Permata Harapan, Batam.