Senin, 22 Juni 2015

Globalisasi

Saat ini kita sedang berada di era globalisasi. Era di mana semua aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, kebudayaan, sampai pemikiran kita sebagian besar hasil dari pertukaran pandangan dunia. sehingga globalisasi ini sangat berpengaruh besar pada kehidupan kita.
Seperti alat telekominikasi dan internet merupakan hasil dari globalisasi. Dengan ini, kita dapat terhubung dengan siapapun tanpa adanya hambatan, semua pekerjaan pun terasa lebih mudah dengan bantuan internet. Kita dapat mengakses apapun dari hal terkecil hingga hal terbesar, dari yang terlihat sampai yang tidak terlihat. Sehingga semua yang terjadi di dunia ini terasa transparan, tak ada batasan.
Globalisasi merupakan hal yang positif jika dilihat secara kasat mata. Tetapi jika ditelaah lebih jauh, tetap saja dalam hal positif ini terdapat hal negatif. Seperti yang sudha dikatakan tadi, globalisasi memepengaruhi kebudayaan dan pemikiran kita. Kebudayaan lain masuk dengan mudahnya ke negara ini. sehingga membuat kita lupa akan kebudayaan sendiri. Kita merasa bahwa kebudayaan kita ini kuno, radikal. Tetapi dengan adanya pemikiran seperti ini, ada negara lain mengklaim kebudayaan kita seperti tarian ponorogo yang diklaim Malaysia, kita geram dan melaporkan masalah ini ke PBB. Jika dilihat sebelumnya, masyarakat Indonesia yang sudah tidak melestarikan budayanya sendiri, sehingga budaya tersebut ada yang mengakui.
Jadi, dapat disimpulkan globalisasi adalah hal positif yang dapat kita terima dengan baik, tetapi kita harus memilah dan mamilih mana yang baik untuk kita ambil dan mana yang tidak.

Daftar referensi:

Pasaribu, Rowland Bismark Fernando. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.

Kamis, 18 Juni 2015

Industri di Indonesia



 Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya. Dengan demikian industry merupakan bagian dari proses produksi. Bahan – bahan industry diambil dan diolah secara langsung maupun tidak lansung kemudian diolah sehingga menjadi barang yang bernilai tinggi di masyarakat.
Industrilisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang menggubah sistem pencarian masyarakat argraris menjadi masyarakat industry. Industrilisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berffokus pada ekonomi yang meliuti pekerjaan yang semakin beragamm gaji dan penghasilan yang tinggi.
Sektor industri diyakini sebaga sektor yang dapat memimpin sektor-sektor lainnya dalam sebuah perekonomian untuk menuju kemajuan. Produk industrilisasi selalu memiliki “dasar tukar” yang tinggi atau lebih menguntungkan serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan produk sektor lain.
Faktor pembangkit Indutri Indonesia antara lain :
1.       Struktur organisasi
2.       Ideologi
3.       Kepemimpinan
Faktor penghambat industri antara lain :
1.       Keterbatasan teknologi, kuangnya perluasan dan penelitian bidang teknologi menghambat ektifitas dan kemampuan produksi
2.       Kualitas sumber daya manusia
3.       Keterbatasan dana pemerintah

Ini sasaran yang bakal dicapai kementrian Perindustrian
 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan sejumlah target di sektor industri pada 2015. Target itu mulai dari pembangunan industri nasional, kontribusi ekspor sektor industri dan nilai investasinya.
"Menapaki  2015 yang penuh tantangan dan masih adanya ketidakpastian ekonomi global, Kemenperin masih memiliki pekerjaan besar untuk melaksanakan pembangunan industri nasional," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015).
Dia menjelaskan, ada sejumlah sasaran utama Kemenperin terkait pembangunan industri nasional, seperti target pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebesar 6,1 persen-6,8 persen, jumlah tenaga kerja sektor industri sebanyak 15,5 juta orang, kontribusi ekspor sektor industri mencapai 67,3 persen, dan nilai investasi sektor industri sebesar Rp 270 triliun pada 2015.
"Kita ingin agar investasi ini tumbuh. Kita mengajak dengan memberikan insentif agar ada rangsangan buat calon investor buat melakukan investasi tapi juga investasi sebaiknya dapat menyebar berbagai wilayah untuk pengembangan kawasan industri," lanjut dia.
Untuk mencapai target-target tersebut, Kemenperin telah menyiapkan arah kebijakan pembangunan industri nasional yang akan difokuskan pada tiga hal.
Pertama, pengembangan perwilayahan Industri di luar Pulau Jawa melalui fasilitasi pembangunan 14 kawasan industri, fasilitasi pembangunan 22 Sentra Industri Kecil dan Menengah, serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Kedua, penumbuhan populasi industri dengan target penambahan sebesar 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang yang 50 persen tumbuh di luar Jawa, serta 20 ribu unit Industri Kecil yang dilakukan melalui mendorong investasi untuk industri, memanfaatkan kesempatan dalam jaringan produksi global, pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat terintegrasi dengan rantai nilai industri pemegang merek di dalam negeri
Ketiga, peningkatan Daya Saing dan Produktivitas, khususnya peningkatan nilai ekspor dan nilai tambah per tenaga kerja melalui peningkatan efisiensi teknis, peningkatan penguasaan IPTEK atau inovasi, peningkatan penguasaan dan pelaksanaan pengembangan produk baru oleh industri domestik.
"Dan tidak kalah penting pembangunan faktor input seperti peningkatan kualitas SDM industri dan akses ke sumber pembiayaan yang terjangkau, serta fasilitasi dan insentif dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas," tandasnya. (Dny/Ahm)
Sumber : Liputan6.com

Menanggapi bacaan diatas
Pemerataan industry Indonesia perlu dilakukan jangan hanya terfokus pada suatu wilayah. peningkatan kualitas SDM juga perlu dilakukan mengingat sdm merupakan faktor terpenting dalam industri . dengan adanya penambahan industri dapat mendorong terbentukanya lapangan pekerjaan . perlu ditingkatkan juga Teknologi yang ada sebagai penunjang industri.

daftar referensi :
Liputan6.com
Pasaribu, Roland Bismark Fernando. Bahhan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi Gunadarma, Kenari

Jumat, 12 Juni 2015

Pengaruh Perekonomian Hijau di Indonesia



  Ekonomi hijau adalah rezim ekonomi yang meningkatkan kesejahtraan manusia dan kesetaraan nasional , sekaligus mengurangi risiko lingkunan secara signifikan . Ekonomi hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karrbon dioksida dan polisi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.
Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alamnya memiliki banyak keanekaragaman hayati. Selain itu Indonesia memiliki hutan hujan tropis terluas di kawasan Asia kurang lebih luasnya sekitar 21juta hektar. Menurut data UNDP, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga pelepas karbon , dengan lebih dari 80 persen emisi nasional. Kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia terbesar kedua setelah Brasil. Betapa kayanya negara kita akan sumber daya alam namun sayangnya zaman sekarang ini membuat masyarakat semakin sedikit yang perduli terhadap lingkungan . lihat saja banyak sekali terjadi penebangan hutan ssecara illegal, pengalih fungsian hutan menjadi pabrik yang merusak ekosistem belum lagi ditambah pencemaran dari limbah pabrik tersebut. Peningkatan efek  gas rumah kaca semakin tinggi bidan energy dan transportasi sebagai penyumbang gas rumah kaca terbesar ditambah dengan pola hidup masyarakat yang boros terhadap pemakaian energy  dan suka mengeksploitasi alam .
Oleh karena itu perekonomian hijau diharapkan sebagai jalan keluar yang dapat menjembatani pertumbuhan ekonomi tanpa merusak alam. Maka pemerintah memegang peranan penting untuk mendorong perekonomian hijau lewat menitikberatkan kegiatan bisnis yang ramah lingkungan. Selain itu kegiatan bisnis yang ramah lingkungan dapat menurunkan efek gas rumah kaca dan menurunkan rasio pemakaian bahan bakar langka. Selain itu perekonomian hijau tidak membahayakan hidup manusia. Pemerintah perlu melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas informasi mengenai peluang kerja dan ketrampilan sistem pendidikan. Adapun pekerjaan yang dikategorikan sebagai green jobs adalah : pengolahan limbah, daur ulang sampah, pertanian orrganik dll. Manfaat dari perekonomian hijau  antara lain menurut study UNEP menunjukkan pendapatan perkapita dunia bisa lebih tinggi hingga 16% .  berinvestasi  pada ekonomi rendah karbon dapat mengurani penggunaan bahan bakar berbasis batu bara dan pengrusakan hutan. Dengan adanya perekonomian hijau diharapkan alam kita bisa terjaga hingga generasi yang akan datang dan perilaku kita sangat menentukan bumi ini. Save Our World .

daftar referensi :
Pasaribu, Rowland Bisamark Fernando. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma, Kenari.

alamendahh.org