Setiap memasuki bulan puasa dan lebaran , permintaan terhadap daging meningkat. Entah mungkin sudah menjadi kebiasaan setiap bulan puasa atau lebaran pasti para ibu rumah tangga akan menyediakan hidangan berbau daging. Namun para ibu rumah tangga harus menelan pil pahit lantaran mahalnya harga daging sapi yang bisa mencapai 120.000/kg , padahal jika dibandingkan dengan Malaysia harga daging sapi 60.000/kg. Mengapa harga daging melonjak naik hanya pada saat puasa/ lebaran?
Dikutip dari Antara News "Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang
menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan kartel dalam perdagangan
daging sapi yang menyebabkan penurunan pasokan dan kecenderungan
kenaikan
harga.
"Kami sedang menginvestigasi apakah ada persekongkolan para pelaku
usaha untuk menahan pasokan sehingga harganya naik dan menguntungkan
mereka," kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf saat dihubungi melalui telepon
dari Jakarta, Rabu.
Syarkawi menduga penurunan pasokan dan kenaikan harga daging sapi
di beberapa daerah terjadi karena permainan beberapa pihak yang ingin
meraih keuntungan pribadi dari kondisi tersebut.
"Dalam pemberitaan media disebutkan Menteri Perdagangan Rahmat
Gobel menyerukan supaya jangan ada penimbunan daging sapi. Bukti-bukti
yang mengarah pada hal itu yang sedang kami investigasi," katanya.
Syarkawi menduga telah terjadi perilaku antipersaingan yang dilakukan pelaku usaha secara berkelompok dan menjurus ke kartel.
"Kami menduga ada importir yang bermain dengan menahan pasokan
daging sehingga menyebabkan kelangkaan. Kelangkaan pasokan akan memaksa
pemerintah membuka keran impor dan menguntungkan mereka sebagai
importir," katanya.
Ia menjelaskan, tindakan menimbun yang menyebabkan penurunan pasokan
dan kenaikan harga merupakan pelanggaran persaingan usaha yang bisa
dipidana.
Dalam siaran persnya, KPPU menyebutkan bahwa harga
daging sapi tidak bergerak turun setelah Lebaran, masih bertengger di
kisaran Rp120.000 sampai Rp130.000 per kilogram.
Berdasarkan
analisis terhadap kebijakan tataniaga, menurut KPPU kejadian itu
memperkuat fakta bahwa konsep tataniaga daging telah meningkatkan
kekuatan pasar pelaku usaha yang berada di jejaring distribusi.
Menurut
KPPU, pelaku usaha di jejaring distribusi tahu betul bahwa pasokan
hanya ada pada mereka sehingga mereka akan bisa mendikte pasar atas nama
mekanisme pasar. Dan kondisi yang demikian berpotensi besar memunculkan
kartel."
berdasarkan berita diatas dapat disimpulkan bahwa praktik kartel adalah salah satu penyebab kenaikan harga daging. Kartel adalah kelompok produsen independen
yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi.
Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. adanya oknum - oknum tertentu yang mencari keuntungan diri sendiri dengan menimbun pasokan daging sehingga menyebabkan kelangkaan jadi harga daging sapi naik.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah harus konsisten
menerapkan tataniaga secara utuh. Pemerintah harus mengawasi mekanisme pendistribusian daging sapi .Apabila sisi hulu diintervensi dengan
pembatasan pasokan, maka di sisi hilir pemerintah harus melakukan
intervensi antara lain melalui penetapan harga di tangan konsumen serta
kewajiban menjaga ketersediaan produk di pasar. Selain itu pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab dan kalau bisa Indonesia tidak bergantung pada daging sapi import sebaiknya memanfaatkan peternak daging sapi lokal agar dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional.
source: http://www.antaranews.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
LOKASI DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN · LOKASI PERUSAHAAN Lokasi perusahaan sangat penting untuk diperhatikan karena ...
-
Topik: Struktur Produksi, Distribusi, Pendapatan, kemiskinan Kemiskinan adalah ketidak merata an hidup dan ketidak mampuan sese...
-
Ketika telinga sudah mulai tidak nyaman pastinya kamu akan membersihkannya menggunakan Cotton Buds atau kapas, tetapi ternyata hal ini bera...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar