Sebagai
bagian dari tatanan perekonomian dunia, Indonesia yang menganut sistem ekonomi
terbuka telah memutuskan untuk bergabung sistem pasar bebas. Komitmen ini
dimanifesitasikan dalam bentuk keikutsertaan Indonesia dalam AFTA,APEC dan WTO.
Dan pada tahun yang lalu MEA diresmikan . Hal ini berarti Indonesia sedang
memasuki era perdagangan bebas. Hal ini dapat berdampak baik dengan tebukanya
peluang usaha dan pasar luar negeri baggi produk Indonesia , oleh karena itu
produk-produk Indonesia harus mampu bersaing dengan produk dari negara lain.
Selain itu muncul pula dampak negatif dari gloabalisasi namun dapat diatasi
dengan penerapan strategi pembangunan yang tepat juga oleh nasionalisme ekonomi
yaitu memprioritaskan penggunaan produk
local disbanding produk dari luar. Nasionalisme ekonomi dapat dibangun
dari lembaga tertentu dan salah satunya yang dapat diandalkan yaitu koperasi.
Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Kekuatan
Koperasi :
1) Jumlah koperasi : secara kuantitatif badan usaha ini
mengalami pertumbuhan yang pesat.2) Pelayanan koperasi benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.3) Terhampar peluang usaha di berbagai
bidang usaha yang sangat luas.
4) Sejumlah koperasi memiliki reputasi yang baik dalam memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat
5) Cukup banyak kader dan insan koperasi yang memiliki semangat , tekad dan dedikasi yang tinggi.
Kelemahan Koperasi:
1) Pada umumnya koperasi tidak memiliki visi,misi dan
tujuan yang jelas. Disamping itu mengabaikan penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi.
2) Kurang memadainya wawasan,pengetahuan,ketrampilan dan profesionalisme pengelola dan karyawan
koperasi.
3) Wilayah dan bidang kegiatan koperasi yang luas dan beraneka ragam tidak didukung dengan
tersedianya sumber daya , kemampuan , dan pengetahuan kelembagaan yang memadai.
4) Kurang memadainya kualitas pelayanan yang diberikan oleh koperasi kepada anggota dan khususnya
masyarakat.
5) Kurang diperhatikannya upaya penelitian,pengembangan,pendidikan dan pelatihan yang diarahakan
untuk memajukan organisasi dan meciptakan inovasi baru dalam pelayanan.
6) Mutu pelayanan dan reputasi koperasi sangat beragam dari yang sangat buruk ke yang sangat baik
7) Tidak memadainya usaha-usaha promosi.
Peluang Koperasi:
1) Makin pentignya peran koperasi dalam pengembangan
ekonomi kerakyatan.2) Globalisasi mendorong kerja sama regional dan internasional yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan
untuk memperkuat kemampuan koperasi.
3) Pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi peluang kepada koperasi untuk
meningkatkan kinerjanya.
4) Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pembangunan sosial memberikan tantangan dan peluang penuh
kepada koperasi.
5) Peran insan koperasi masih berharap bahwa koperasi masih dapat menunjukkan eksistensinya baik pada
kini maupun pada masa yang akan datang.
Ancaman Koperasi:
1) Berlangsungnya krisis ekonomi yang melanda Indonesia
menyebabkan merebaknya masalah – masalah yang menyulutkan kehidupan Indonesia pada umumnya dan koperasi khhususnya.
2) Lemahnya kemauan politik pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi koperasi. 3) Masih
berlakunya sejumlah peraturan peraturan perundangann warisan Orba yang bersifat menghambat langkah
koperasi.
4) Banyaknya koperasi yang didirikan dengan niat yang tidak tulus untuk melayani anggota, yang dapat
merusak nama baik citra
koperasi.
5) Semakin lemahnya semangat kekeluargaan dan gotong
royong dalam masyarakat.
6) Berbagai kasus negatif koperasi menimbulkan
pemudaran citra koperasi dalam kalangan masyarakat tertentu.
Reference :
Muslimin Nasution, KOEPRASI MENJAWAB KONDISI EKONOMI NASIONAL, Penerbit PIP & LPEK, Jakarta, 2008
Muslimin Nasution, KOEPRASI MENJAWAB KONDISI EKONOMI NASIONAL, Penerbit PIP & LPEK, Jakarta, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar