Jumat, 15 Januari 2016

Siapkah koperasi menghadapi era globalisasi

Dewasa ini fenomena globalisasi bukan hanya sebuah wacana namun merupakan kenyataan yang harus dihadapi semua negara. batas - batas negara tidak lagi menjadi penghalang bagi upaya pemenuhan kepentingan tiap negara di berbagai bidang


Sebagai bagian dari tatanan perekonomian dunia, Indonesia yang menganut sistem ekonomi terbuka  telah memutuskan untuk bergabung  sistem pasar bebas. Komitmen ini dimanifesitasikan dalam bentuk keikutsertaan Indonesia dalam AFTA,APEC dan WTO. Dan pada tahun yang lalu MEA diresmikan . Hal ini berarti Indonesia sedang memasuki era perdagangan bebas. Hal ini dapat berdampak baik dengan tebukanya peluang usaha dan pasar luar negeri baggi produk Indonesia , oleh karena itu produk-produk Indonesia harus mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Selain itu muncul pula dampak negatif dari gloabalisasi namun dapat diatasi dengan penerapan strategi pembangunan yang tepat juga oleh nasionalisme ekonomi yaitu memprioritaskan penggunaan produk  local disbanding produk dari luar. Nasionalisme ekonomi dapat dibangun dari lembaga tertentu dan salah satunya yang dapat diandalkan yaitu koperasi.

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. 

Kekuatan Koperasi :
1)      Jumlah koperasi : secara kuantitatif badan usaha ini mengalami pertumbuhan yang pesat.
2)      Pelayanan koperasi benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.3)      Terhampar peluang usaha di berbagai 
      bidang usaha yang sangat luas.
4)      Sejumlah koperasi memiliki reputasi yang baik dalam memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat
5)      Cukup banyak kader dan insan koperasi yang memiliki semangat , tekad dan dedikasi yang tinggi.

Kelemahan Koperasi:
1)      Pada umumnya koperasi tidak memiliki visi,misi dan tujuan yang jelas. Disamping itu mengabaikan 
      penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi.
2)      Kurang memadainya wawasan,pengetahuan,ketrampilan dan profesionalisme pengelola dan karyawan 
      koperasi.
3)      Wilayah dan bidang kegiatan koperasi yang luas dan beraneka ragam tidak didukung dengan 
       tersedianya  sumber daya , kemampuan , dan pengetahuan kelembagaan yang memadai.
4)      Kurang memadainya kualitas pelayanan yang diberikan oleh koperasi kepada anggota dan khususnya 
       masyarakat.
5)      Kurang diperhatikannya upaya penelitian,pengembangan,pendidikan dan pelatihan yang diarahakan 
      untuk memajukan organisasi dan meciptakan inovasi baru dalam pelayanan. 
6)      Mutu pelayanan dan reputasi koperasi sangat beragam dari yang sangat buruk ke yang sangat baik
7)      Tidak memadainya usaha-usaha promosi.

Peluang Koperasi:
1)      Makin pentignya peran koperasi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.
2)      Globalisasi mendorong kerja sama  regional dan internasional yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan 
       untuk memperkuat kemampuan koperasi.
3)      Pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi  peluang kepada koperasi untuk 
       meningkatkan kinerjanya.
4)      Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pembangunan sosial memberikan tantangan dan peluang penuh 
       kepada koperasi.
5)      Peran insan koperasi masih berharap bahwa koperasi masih dapat menunjukkan eksistensinya baik pada
       kini maupun pada masa yang akan datang.

Ancaman Koperasi:
1)      Berlangsungnya krisis ekonomi yang melanda Indonesia menyebabkan merebaknya masalah – masalah 
       yang menyulutkan kehidupan Indonesia pada umumnya dan koperasi khhususnya.
2)      Lemahnya kemauan politik pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi koperasi. 3)      Masih 
      berlakunya sejumlah peraturan peraturan perundangann warisan Orba yang bersifat menghambat langkah
       koperasi.
4)      Banyaknya koperasi yang didirikan dengan niat yang tidak tulus untuk melayani anggota, yang dapat
            merusak nama baik citra koperasi. 
      5)      Semakin lemahnya semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam masyarakat.
6)      Berbagai kasus negatif koperasi menimbulkan pemudaran citra koperasi dalam kalangan masyarakat 
      tertentu.


Reference :
Muslimin Nasution, KOEPRASI MENJAWAB KONDISI EKONOMI NASIONAL, Penerbit PIP & LPEK, Jakarta, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar